Anggota Komisi III
DPR Aboebakar Al-Habsyi mendesak Kapolda Jatim segera mengantisipasi
konflik yang terjadi di Puger, Kabupaten Jember. Menurutnya, konflik itu
bukan yang pertama kali terjadi.
"Apalagi konflik tersebut telah memakan korban, satu orang meninggal
dunia. Bila memang diperlukan Polda Jatim dapat menurunkan BKO Brimob ke
daerah Puger," kata Aboebakar di Jakarta, Kamis (12/9).
Hal itu semakin penting, menurut Politisi PKS itu, karena pada aksi
kemarin barikade kawat berduri polisi masih bisa dibobol massa, kondisi
yang seharusnya tidak boleh terjadi. Hal ini menunjukkan kurang siapnya
antisipasi petugas, sehingga blokade jalan masih bisa ditembus.
"Bukankah sebelumnya aparat sudah memiliki kekhawatiran bila terjadi
bentrok massa? Maka seharusnya ada tindakan preventif dan preemtif
secara baik," tukas Aboebakar.
Melihat konflik serupa pernah terjadi pada Januari tahun ini dan
Agustus tahun kemarin, hal ini berarti konflik sosial belum dapat
diselesaikan dengan baik. Akibatnya terjadi pengulangan lagi di lain
waktu, yang akhirnya konflik yang demikian dapat menjadi bahaya laten
yang dapat meledak sewaktu-waktu ketika ada pemicu.
"Perlu ada peran aktif dari pemda setempat beserta tokoh masyarakat
untuk melakukan rekonsiliasi agar bisa meredam konflik," ujar Aboebakar.
"Di sisi, lain perlu kesiagaan polisi dalam mencegah konflik dan
melakukan penegakan hukum, agar peristiwa serupa tidak terulang
kembali."
Bentrok antarwarga di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Jember,
mengakibatkan 21 sepeda motor, dan dua unit perahu rusak. Bentrokan yang
dipicu keyakinan beragama ini juga mengakibatkan beberapa rumah warga
dirusak massa.
Kekerasan itu berlatar belakang keyakinan Sunni-Syiah. Bentrokan ini
melibatkan massa Ponpes Darus Sholihin yang disinyalir menganut faham
Syiah melawan Kelompok Pengajian Nurul Mustofa pimpinan Ustadz Fauzi
yang berpaham Sunni. (beritasatu.com)
17.25
Humas

