Tabqa ad-daulatul adilatu wa in kanat kafiratan (Ibn Taimiyah).
Wa Tafna addaulatud dhalimatu wa lau ka nat muslimatan. (Ibn Taimiyah)
Dosa kita pada Tuhan dapat ditunda balasannya tapi KEZALIMAN yang kita
lakukan kepada manusia cepat sekali DIA balas. (Hikmah)
Setuju bahwa kalau inisiatif tersangkakan Anas Urbaningrum orang lain maka sulit proses mau
diterusin...
Mau digerebeg kayak apapun rumah ketum Anas Urbaningrum sama juga boong lah...KPK tunggu
hancur aja...
Nanti orang-orang akan terbagi menjadi beberapa kelompok...:
Pertama, yang bisanya cuman marah-marah...ngamuk dan nggak ngerti
persoalan...
Kelompok ini paling banyak...bisa-bisa minta KPK bubar atau SBY turun
tangan...sok jago dan sok pahlawan...
Biasanya orang-orang lugu ikut mereka..kebanyakan orang yang menitipkan
harapan terlalu besar...macam orang putus cinta..
Tidak rasional kelakuannya...dan biasanya media senang meliput ini di awal-awal....hebboh
deh...
Kedua, kelompok yang selama ini cari makan dengan isu yang mereka bangun...
Jangan lupa, kelompok ini paling pragmatis pada dasarnya...yang penting
mereka dapat apa...persetan KPK ada atau tidak..
Lalu mulailah mengatur isu baru...agar suasana tetap keruh...mereka ini
hidup kalau suasana keruh kayak sekarang...
Media, LSM dan banyak perusahaan di Indonesia sekarang kaya raya oleh isu
pemberantasan korupsi...
Dengan isu pemberantasan korupsi mereka menulis berita, menawarkan advokasi
dan bahkan jasa konsultasi...
Ketiga, para korban, mantan korban dan calon korban...mereka ini takkan
tinggal diam...hidupnya sudah hancur tujuh turunan..
Dan yang akan mereka lakukan adalah...membuka apa yang selama ini mereka
tutup mulut...
Mereka tutup mulut karena ancama dipermalukan dan diperberat hukuman...
Mata kita akan terbelalak...oleh betapa kasarnya modus permainan yang tak
bisa kita sadap...
Keempat, saya tak mau sebut siapa mereka tetapi adalah kelompok yang
mengerti bagaimana hukum dan kekuasaan bekerja..
Jika hukum, kekuasaan, media, LSM termasuk pasar dan lain lain bekerja pada
tempat dan porsinya aman negeri kita..
Tidak terlalu sulit memimpin Indonesia dan tidak terlalu lama kita mencapai
peradaban...
Kepemimpinan yang akan datang adalah kombinasi dari hati yang bersih,
pikiran yang cerdas dan kesehatan jiwa raga pemberani..
Bersih hatinya. Tajam pikirannya. Sehat jiwaraganya. Adalah sumber
keberanian..
Seorang pemimpin haruslah pemberani...dan sumber keberaniannya adalah
keyakinannya...
Keyakinan bermula dari ilmu dan kebenaran yang ia pegang...
Orang yang hidup di jalan yang benar maka dia akan mengakumulasi
kebenaran...sebagai dasar keberaniannya.
BERANI KARENA BENAR...itu semboyan yang lebih tepat dari jujur itu hebat...
Orang yang nampak jujur bisa karena pura-pura...misalnya karena tepuk
tangan...
Tapi orang berani tidak bisa pura-pura...tatap matanya...kalau salah dia
menunduk...
Dan berani tidak nampak pada kemarahan atau kata-kata sesumbar...dia
bersemayam dalam hati.
Orang berani nampak bukan pada banyaknya bicara tapi seberapa kuat kata-katanya
dia pegang...
KAWAN, KITA AKAN MELEWATI MASA INI...kepalsuan akan telanjang...dan yang
asli akan datang...
Aku hanya ingin pada hari itu melihat bangsaku bangkit kembali dengan
percaya diri bak rajawali yg terbang tinggi..
Setelah saban hari kita mencakar diri kita dengan hinaan dan
tuduhan...membuat bangsa kita tertunduk malu dan gamang..
AKU PERCAYA INDONESIA. ...AKU PERCAYA KEJAYAAN...AKU PERCAYA MASA DEPAN...
20.06
Humas


