21 Agustus 2013

LP MEULABOH BOBOL LAGI

Sembilan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) Meulaboh, Aceh Barat, Selasa (20/8) sekitar pukul 04.20 WIB melarikan diri, setelah menggergaji jeruji besi. Mereka juga memanjat dinding pagar menggunakan kain sarung yang dipilin jadi tali, lalu melompat dari ketinggian enam meter. Sebagian mereka mengalami patah kaki dan cepat tertangkap.
Sebelumnya, 53 penghuni LP tersebut juga kabur pada Selasa, 8 Mei 2013 sore saat penghuni LP gotong royong membersihkan sampah. Enam orang berhasil diringkus langsung pada hari itu, namun sebagiannya menghilang hingga kini.
Dalam peristiwa terbaru ini pun, dari sembilan pelarian, enam orang di antaranya berhasil dibekuk lagi oleh petugas LP saat berusaha bersembunyi di permukiman penduduk, tak jauh dari LP. Sedangkan tiga orang lagi masih diuber polisi bersama sipir LP hingga tadi malam.
Di antara sembilan orang yang lari itu, tujuh di antaranya berstatus narapidana (napi), dua lagi merupakan tahanan titipan jaksa.
Kepala LP Meulaboh, Sulistiono yang dikonfirmasi Serambi kemarin mengakui sembilan warga binaan di LP itu melarikan diri pada Selasa dini hari. Namun, enam di antaranya berhasil ditangkap. Peristiwa ini, menurut Sulistino, sudah dia laporkan ke Polres Aceh Barat dengan harapan polisi bisa segera menangkap para napi dan tahanan yang masih diuber itu.
Sulistiono juga sudah melaporkan kasus pelarian napi dan tahanan itu kepada atasannya di Banda Aceh, yakni Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kakanwil Kemenkumham Aceh), Dr Yatiman Edy MHum yang kebetulan kemarin sedang fokus dengan resepsi pernikahan anaknya di Gedung Sosial Banda Aceh.
Menurut Sulistiono, untuk bisa kabur, para penghuni LP itu lebih dulu memotong besi bulat padu pada pintu kamar mereka menggunakan gergaji besi. Setelah itu mereka memanjat dinding LP dan melompat ke tanah dari ketinggian enam meter.
Sesampai di luar LP, beberapa di antara pelarian itu mengalami patah kaki. Namun, mereka tetap berupaya lari menjauh dari LP dan bersembunyi di permukiman penduduk. Namun, sekitar satu jam kemudian, enam dari sembilan warga binaan itu berhasil dibekuk oleh sipir LP.
Menariknya, penangkapan itu berawal dari laporan dan teriakan warga sekitar yang menemukan ada pelarian bersembunyi di belakang rumahnya yang tak jauh dari LP.
Pascakaburnya sembilan warga binaan LP yang berlokasi di Desa Paya Peunaga, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat itu, personel polres setempat bersama petugas LP langsung memeriksa kondisi seluruh sel yang dihuni napi dan tahanan.
Saat menggeledah, petugas juga menyita sejumlah HP dan benda-benda tajam dan berbahaya lainnya dari para warga binaan. “Napi yang kedapatan punya HP di dalam LP akan kita selidiki,” kata Wakapolres Aceh Barat, Kompol Nur Khamid yang ditanyai Serambi kemarin.
Menurutnya, polisi juga akan menyelidiki dari mana para pelarian itu memperoleh gergaji besi. “Orang luar atau orang dalam yang terlibat menyelundupkan gergaji besi itu ke dalam LP pasti akan kita tindak,” janji Wakapolres sembari menyebutkan bahwa keenam pelarian yang berhasil ditangkap itu masih diperiksa intensif satu per satu. Sementara itu, Serambi bersama wartawan lainnya kemarin berniat mewawancari para napi dan tahanan kabur yang tertangkap lagi itu. Namun, masih belum diizinkan petugas dengan alasan mereka masih diperiksa. Wartawan hanya diizinkan mengambil foto mereka saat diperiksa polisi bersama petugas LP Meulaboh.(Serambi Indonesia)

 

ALAMAT KANTOR

Jl.Bakti Pemuda, No. 33, Jurong IV, Gp.Drien Rampak, Meulaboh-Aceh Barat

TELP/FAX

.

EMAIL

pksacehbarat@yahoo.com