Menteri Komunikasi & Informatika RI (Menkominfo RI), Tifatul
Sembiring, yang berceramah di depan sekitar 50 orang siswa Indonesia di
Tokyo selain memberikan wejangan mengenai ICT (Information and
Communication Technology) di Indonesia, juga menyinggung sedikit
mengenai Jokowi sang Gubernur DKI Jakarta itu.
Kunjungan
Menkominfo dalam rangka undangan dua menteri Jepang membicarakan ICT
menyambut peringatan 40 tahun Jepang-Asean yang puncaknya Desember
mendatang.
Visi 2045 Indonesia ingin maju dan modern karena 2045
momentum 100 tahun Indonesia merdeka. Saat itu Indonesia peroleh posisi 8
besar dunia. Tahun 2011 sudah 16 besar dunia sehingga bisa jadi anggota
G20, "Tergantung mental kita, kalau egois kita bisa pecah belah,"
paparnya.
Jangan bandingkan Indonesia dengan Singapura, "Singapura
dari ujung ke ujung naik sepeda gak sampai 9 jam, Indonesia dari ujung
ke ujung naik Boeing makan waktu 9 jam. Mantan PM Malaysia juga
mengatakan Singapura seperti kodok besar di kolam kecil," papar Menteri.
Menanggapi
kritikan internet yang lambat, "Orang Indonesia less appreciation,
kurang menghargai, kalau ada kesalahan sedikit dibesar-besarkan. Tapi
kita juga orang yang bersyukur. This is Indonesia, mau di apain. Tapi
kini perubahan luar biasa. Naik ribuan persen produksi sepeda saat ini,
semua naik sepeda, industri ini jalan baik. Healthy food, semua ramai.
Pemerintah cuma bisa bangun 1000 titik wifi."
WiMax juga dianggap
Menteri kurang dikembangkan dengan baik oleh providernya di Indonesia,
"Karena itu saya tekankan kalau sampai akhir tahun ini tak dikembangkan
baik akan diluncurkan LTE (Long Term Evolution) untuk wireless."
Menurut Roadmap yang diungkapkan Menteri, tahun 2018 Indonesia dijital tetapi sudah dimulai tahun 2015, sedangkan Thailand 2020.
Menteri
juga mengungkapkan keinginan besar orang Indonesia membuat mobil, "Dulu
kan Jokowi ingin membawa Mobil Esemka dari SMK N2 Solo, membawa dari
Solo ke Jakarta diuji emisi tak lolos. Tapi Jokowinya lolos jadi
gubernur. Bahkan sebentar lagi Jokowi mungkin menjadi presiden."
Rekan-rekan
wartawan, tambahnya, sering mengipasi, katanya untuk memberi semangat,
"Lha Honda Suzuki sudah 200 tahun dibuat, sedangkan anak-anak yang baru
membuat mobil, apakah mereka yang sudah ratusan tahun bisa dikalahi.
Yang sederhana sajalah, kita lihat ada seorang anak Indonesia membuat
software pendidikan yang ternyata telah dipakai kementerian pendidikan
Belanda, padahal kementerian pendidikan Indonesia saja tak menggunakan
software tersebut. Sangat inspiring anak Indonesia tersebut."
Akhirnya
Menteri menekankan, "Butuh perjuangan persatuan kebersamaan dalam
kemerdekaan ini yang diwariskan kepada kita semua dan kita harus jaga
sampai ke tingkat kompetisi dengan bangsa lain dan tak ada bangsa maju
tanpa perjuangan yang keras, seperti petarung, dipukul lalu jatuh dan
bangun kembali."
09.17
Humas


