Turki
bergerak meluncurkan sebuah inisiatif internasional untuk “R4BIA”,
sebuah simbol solidaritas atas korban pembantaian 14 Agustus oleh
pasukan keamanan pemerintahan kudeta Mesir. Pasukan keamanan tersebut
telah melakukan pembantaian terhadap para demonstran anti-kudeta yang
melakukan protes dengan cara duduk di Rab’ah Adawiyah, Kairo, hingga
membunuh ribuan demonstran.
Platform internasional (www.rabiaplatform.com) akan diresmikan pada hari Senin besok (16/9/2013), di Pusat Kongres Istanbul pada pukul 11.00 waktu setempat.
Jurnalis Turki, Abdurrahman Dilipak, yang memimpin inisiatif,
mengatakan kepada kantor berita Anadolu bahwa jaringan sosial seperti
Twitter dan Facebook akan digunakan untuk mengumumkan kegiatan platform
tersebut untuk para anggotanya di seluruh dunia.
“Platform
R4BIA akan mempertemukan organisasi masyarakat sipil dunia, pekerja
media, para relawan, dan artis. Ini akan menjadi acuan di mana kita
membahas bagaimana dunia baru akan dibangun dengan ilmu pengetahuan,
seni, filosofi, politik dan etika sosial,” papar Dilipak.
Dilipak menambahkan bahwa setiap negara akan membuat platform sendiri,
yang pada gilirannya akan ditambahkan dengan negara lainnya.
Simbol R4BIA
“Raba’a” yang berarti empat atau keempat dalam bahasa Arab telah
menjadi simbol protes anti-kudeta di Mesir. Hanya beberapa jam sebelum
pembantaian pada 14 Agustus lalu, pengunjuk rasa anti-kudeta di Mesir
mencoba untuk menyuarakan tuntutan mereka kepada dunia dengan mengangkat
4 jari mereka.
Awalnya, sebuah situs bernama “r4bia.com” telah
didirikan dalam ruang lingkup kampanye yang dipimpin oleh para aktivis
di Turki yang anti-kudeta. Kemudian hashtag ‘Whatisr4bia’ dipublikasikan
di Twitter.
Hashtag tersebut kemudian telah mendapatkan posisi
di antara Trending Topic di Turki dengan peningkatan yang cepat, hingga
mendapatkan tempat di dunia. Lalu menjadi Trending Topic global di mana
pengguna dari seluruh dunia menunjukkan ketertarikannya, antara lain
dari Asia hingga Eropa, dan dari Afrika hingga Amerika Serikat.
Ribuan pengguna terutama di Pakistan, Iraq, Mesir, Bosnia Herzegovina,
Malaysia, dan Indonesia, dan kemudian di Eropa serta Amerika berbagi
pesan dan foto-foto dengan hashtag “Whatisr4bia”.
“Simbol
R4bia” yang digunakan sebagai simbol kebebasan dan menyebar dari Mesir
ke seluruh dunia, juga telah banyak digunakan sebagai “profile picture”
atau foto profil di media sosial. Jumlah netizen yang menggunakan simbol
R4bia pada foto profilnya dilaporkan lebih dari 100 juta, demikian
seperti dilansir kantor berita Anadolu.